IMBUHAN SERAPAN

 
Imbuhan serapan merupakan serapan dari bahasa asing pada umumnya berfungsi sebagai kata benda dan kata sifat. Makan umum yaitu untuk menandai kata sifat. imbuhan serapan sering kali berasal dari bahasa asing misalnya : berasal dari bahasa Inggris, Belanda,Jerman, Perancis dan Arab
Imbuhan serapan mempunyai sifat atau ciri misalnya : ilegal, universal atau sportif, aktif, dan egois. Sebaliknya, -isme mengandung makna paham, misalnya nasioalisme, komunisme dsb.

Kata serapan itu masuk kedalam bahasa Indonesia dengan empat cara yaitu :
1.  Cara adopsi : terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk makna kata asing itu secara / keseluruhan . contoh: super market, palaza, mall.

2.  Cara adaptasi : terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna asing itu, sedangakan ejaan atau cara penulisanya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.
Contoh:
• pluralization  =  pluralisasi
• acceprability  =  akseptabilitas
• maximal         =  maksimal
• cadea              =  kado

3.  Cara penerjemah : terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut diberi padanan dalam bahasa Indonesia. Contoh : - overlap= tumpah tindih, - acceleration= percepatan , -pilot project= proyek rintisan, - try out= uji coba.

4.   Cara kreasi : terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian carikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: - effektive= berhasil guna , - spare part= suku cadang .

Penulisan serapan asing atau partikel asing atau imbuhan asing.
Penulisan kata serapan berbeda dengan penulisan kata selain kata serapan, penulisan kata serapan ialah dengan cara digabung dengan kata dasarnya .
Contoh  : -antar = antarnegara, - pasca = pascagempa , - tuna = tunarungu.

Pengecualian dalam kata serapan : dalam imbuhan serapan yang tidak boleh digabung dengan kata dasar ialah “ NON”. Kata non dalam imbuhan serapan harus ditulis dengan tanda strip ( - ) .
Contoh : non-islam.
Salah satu caranya adalah dengan mempercepat pengesahan RUU anti pornografi dan antiporno aksi merupakan kata jadian dengan prefiks serapan ‘anti’. ‘Anti’ merupakan prefiks serapan dengan makna ‘melawan’, mementang’, ‘memusuhi’.
Selain anti, bahasa Indonesia juga menyerap prefiks-prefiks asinga untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia , seperti tampak pada uraian berikut :
1. Prefiks ‘a’ berfungsi menindakan kata dasarnya contoh : assosial dan amoral
2. Prefiks ‘pra’ berfungsi menyatakan ‘ sebelum atau di muka’ sesuatu yang disebut    
     dalam dasar contoh: prasangka dan prakarya
3. Prefiks ‘pasca ‘ menyatkan ‘sesudah’ contoh : pasca gempa dan pasca sarjana
4. Prefiks ‘swa’ menyatakan , ‘sendiri’ contoh : swasembada dan swakarya
5. Prefik ‘serba’ menyatakan semua atau segala-galanya contoh : serbabaru dan
    serbaguna

Prefiks ‘tuna’ menyatakan kehilangan atau kekurangan sesuatu tidak memiliki sesuatu yang disebut dalam kata dasar.
Contoh : tunakarya dan tunanetra.

Awalan Asal makna
Contoh
Eka, Dwi, Tri, Catur, Panca, Sapta, Dasa Sansekerta Satu, dua, tiga, empat, lima. Tujuh, sepuluh Eka prasetya, dwi warna, tri satya , catur warga, pancasila, sapta marga, dasa dharma
purwa sansekerta sebelum Purwa sangka
Makro Belanda Besar, skala besar Makro ekonomi
Infra Latin dibawah Infrastruktur, infra merah
Tan- Jawa kuno Tidak Tankata, tanrupa
Ab- Belanda atau inggris Tidak Abnormal
Bi- Inggris Dua Bilabial, bilateral
Pan- Inggris Seluruh Pan-Arab, pan-Indonesia
eks belanda bekas Eksnati, ekstapol


SEMOGA BERMANFAAT



Sumber: Buku Mahir berbahasa Indonesia 2006.

Tags:

Dari Penulis

Terima kasih sudah berkenan berkunjung di blog saya. Blog ini di dedikasikan bagi kemajuan bidang pendidikan Indonesia khususnya untuk Santriwan dan Santriwati MA Negeri Sumpiuh. Silahkan berkomentar pada kolom komentar demi semakin majunya pendidikan di Indonesia.

1 komentar

  1. sangat bermanfaat sekali dan juga membantu tugas saya. terima kasih :)

Silahkan Berkomentar

Gunakan peramban web Mozilla Firefox untuk tampilan terbaik blog ini.