BENTUK AWALAN


Salah satu alasan mengapa bahasa Indonesia itu keren adalah karena pembentukan kata dalam bahasa Indonesia cukup mudah dan berpola. Imbuhan atau afiks adalah alat bantu penting dalam proses tersebut yang dapat mengubah fungsi, bentuk, serta makna suatu kata. Ada tiga jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), dan akhiran (sufiks). Di antara ketiga jenis imbuhan tersebut, awalan adalah yang paling kompleks aturannya.
Saya belum berhasil menemukan rujukan daring yang ringkas dan sederhana dalam satu halaman tentang awalan dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini berupaya melakukan itu dengan menjabarkan delapan awalan utama pembentuk kata dalam bahasa Indonesia:ber-,meng-,di-,ke-,per-, peng-,se-, danter-. Setiap awalan akan dibahas dari sudut fungsi, bentuk, dan maknanya.
Tabel berikut memberikan ringkasan fungsi dan perubahan bentuk pada setiap awalan.
Awalan Fungsi (pembentuk) Perubahan bentuk Kaitan ber- verba be-; bel- per- meng- verba (aktif) me-; men-; mem-; meny- di-; peng- di- verba (pasif) meng- ke- nomina; numeralia; verba (percakapan) ter- per- verba; nomina pe-; pel- ber- peng- nomina pe-; pen-; pem-; peny- meng- se- klitika; adverbia ter- verba; adjektiva te-; tel- ke-

Awalanber-

Awalanber- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba). Kalimat yang berpredikat kata kerja ini tidak memiliki objek, tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Kata kerja berawalanber- tidak dapat dipasifkan dengan awalandi-.
Awalanber- akan berubah bentuk menjadi:
  1. be- jika suku awal mengandung-er- atau kata dasarnya diawali huruf r:bekerja; beternak; berumput; beracun
  2. bel- untuk kasus khusus:belajar; belunjur
Awalanber- memiliki makna:
  1. mempunyai:beratap; bercita-cita; beristri
  2. menggunakan atau memakai:belayar; bermobil; berbaju
  3. menghasilkan:bertelur; berkokok
  4. dalam jumlah atau kelipatan:bertiga; berjuta-juta
  5. mengakui atau memanggil sebagai:beradik; berbapak; bertuan
  6. bertindak atau bekerja sebagai:bertani; bertinju; bertukang
  7. berada dalam keadaan:bergembira; bersedih
  8. menyatakan perbuatan timbal-balik:bergulat; bertinju
  9. menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri:berhias; bercukur
Awalanber- memiliki keterkaitan dengan awalanper-, misalnyabersegi danpersegi.

Awalanmeng-

Awalanmeng- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) aktif, baik transitif (memerlukan objek) maupun taktransitif (tidak memerlukan objek).
Awalanmeng- tetap berupameng- jika diikuti kata dasar yang diawali salah satu dari lima vokal (a, e, i, o, u) atau lima huruf lain: g, h, k*, q, dan x. Tetapi, awalanmeng- akan berubah bentuk menjadi:
  1. me- jika diikuti kata dasar berawalan l, m, n, r, w, y
  2. men- jika diikuti kata dasar berawalan c, d, j, t*, z
  3. mem- jika diikuti kata dasar berawalan b, f, p*, v
  4. meny- jika diikuti kata dasar berawalan s*
Kata dasar yang diawali dengan konsonan k, p, s, dan t (ditandai dengan bintang pada daftar di atas) akan mengalami peluluhan atau penghilangan huruf tersebut jika diberi awalanmeng-, misalnyamengaitkan,menarikan,memaku, danmenyapu. Peluluhan ini tidak terjadi jika huruf pertama k, p, s, atau t pada kata dasar tersebut diikuti oleh konsonan juga (konsonan ganda), misalnyamengkristal,mempromosikan,mensyaratkan, danmentransmisikan. Peluluhan juga tidak dilakukan terhadap kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang dianggap belum diserap sempurna juga tidak mengalami peluluhan ini.

Awalanmeng- yang diikuti kata dasar yang terdiri dari hanya satu suku kata (ekasuku) diberi tambahan huruf e sehingga mengalami perubahan bentuk menjadimenge-, misalnyamengebom,mengecat,mengelas,mengerem.
Awalanmeng- memiliki makna
  1. menjadi:mencair; menguning; mengkristal
  2. berfungsi sebagai/menyerupai:menyupir; menggunung
  3. makan atau minum:menyatai; mengopi; mengeteh
  4. menuju:mengutara; melaut; menepi
  5. mencari atau mengumpulkan:mendamar; merumput
  6. mengeluarkan bunyi:mengeong; mengaum; mencicit
  7. menimbulkan kesan seperti seseorang atau sesuatu yang:membisu; membatu; merendah hati
  8. dasar verba:membaca; menulis; membajak
  9. membuat atau menghasilkan:menyambal; menggulai; membatik
  10. menyatakan:mengaku
Awalanmeng- memiliki pertalian makna dengan awalandi- sebagai bentuk pasifnya (memukul dandipukul) serta awalanpeng- sebagai bentuk nominanya (mengemis danpengemis).

Awalandi-

Awalandi- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) pasif dan berkaitan dengan bentuk aktifnya yang dibentuk dengan awalanmeng-, misalnyadipukul danmemukul.
Awalandi- tidak mengalami perubahan bentuk seperti bentukmeng- pasangannya. Awalandi- tidak mengalami peluluhan jika diikuti oleh kata yang diawali oleh huruf k, p, s, atau t (mis.dikaitkan,ditarikan,dipaku, dandisapu) dan juga tidak mendapatkan tambahan huruf e jika kata dasarnya hanya terdiri dari satu suku kata (mis.dibom,dicat,dilas,direm).
Kesalahan yang sering terjadi adalah kekeliruan penulisandi- sebagai awalan yang harus ditulis serangkai dan penulisandi sebagai kata depan (preposisi) penunjuk tempat yang harus ditulis terpisah. Contohnyadijual bukandi jual (karena sebagai awalan kata jual) dandi mana bukandimana (karena merupakan kata depan). Cara mudah untuk memisahkan fungsi keduanya adalah dengan melihat jenis kata yang terbentuk: Jika menjadi kata kerja pasif, itu berarti harus ditulis serangkai dan jika menjadi penunjuk tempat atau lokasi, itu berarti harus ditulis terpisah.
Awalandi- memiliki makna:
  1. dikenai tindakan:dibeli; dipukul; dites
  2. dikenai dengan:diparang; digunting; digergaji
  3. dibuat atau dijadikan:digulai;disambal;dipepes
  4. diberi atau dilengkapi dengan:dicat; ditugasi; dipagari

Awalanke-

Awalanke- memiliki 3 fungsi, yaitu pembentuk (1) kata benda (nomina), (2) kata bilangan (numeralia), dan (3) kata kerja (verba). Awalanke- sebagai pembentuk kata kerja hanya digunakan pada ragam percakapan atau tidak resmi dan memiliki kesamaan makna dengan awalanter-, misalnyaketawa (tertawa) dankepergok (terpergok).
Awalanke- tidak mengalami perubahan bentuk ketika dilekatkan pada kata dasar. Sama sepertidi- yang memiliki kemiripan dengan kata depandi,ke- juga memiliki kemiripan dengan preposisike yang penulisannya juga harus dipisah, misalnyake sana, bukankesana.
Awalanke- memiliki makna sesuai dengan kata yang dibentuknya:
  1. kata benda
    1. yang mempunyai sifat atau ciri:ketua
    2. yang dituju dengan:kekasih; kehendak
  2. kata bilangan
    1. tingkat atau urutan:ketiga; kelima; kesebelas
    2. kumpulan:kedua (buku); ketiga (orang)
  3. kata kerja (ragam percakapan)
    1. telah mengalami; menderita keadaan; menderita kejadian (dengan tidak sengaja atau dengan tiba-tiba):ketabrak; kepergok; ketemu
    2. dapat atau sanggup:kebaca; keangkat

Awalanper-

Awalanper- memiliki 2 fungsi, yaitu pembentuk (1) kata kerja (verba), dan (2) kata benda (nomina). Sebagai pembentuk nomina, awalan ini berkaitan dengan awalanber-, misalnyapersegi (bersegi).
Awalanper- hanya mengalami perubahan bentuk jika berfungsi sebagai pembentuk kata benda karena kaitannya dengan awalanber-. Perubahannya sama dengan perubahan pada awalanber-, yaitu menjadi:
  1. pe- jika suku awal mengandung-er- atau kata dasarnya diawali huruf r:pekerja; peternak
  2. pel- untuk kasus khusus:pelajar;pelunjur
Awalanper- memiliki makna sesuai dengan kata yang dibentuknya:
  1. kata kerja
    1. menjadikan atau membuat menjadi:perindah; perjelas
    2. membagi menjadi:perdua; pertiga
    3. melakukan:perbuat
    4. memanggil atau menganggap:perbudak; pertuan
  2. kata benda (berkaitan dengan awalanber-)
    1. yang memiliki:persegi; pemalu
    2. yang menghasilkan:pedaging; petelur
    3. yang biasa melakukan (sebagai profesi, kegemaran, kebiasaan):pertapa; petinju; pelajar
    4. yang melakukan pekerjaan mengenai diri:peubah
    5. yang dikenai tindakan:pesuruh; petatar
    6. yang biasa bekerja di:pelaut; peladang
    7. yang gemar:perokok; pendaki gunung
Bentuk kata turunan dengan pengimbuhanper- terhadap satu dasar mencerminkan perbedaan makna dan sumber penurunannya, misalnya:
  • pejabat adalah orang yangberjabatan (memiliki jabatan) sedangkanpenjabat adalah orang yangmenjabat (tapi tidak memiliki)
  • petinju adalah orang yangbertinju (olahragawan) sedangkanpeninju adalah orang yangmeninju

Awalanpeng-

Awalanpeng- berfungsi sebagai pembentuk kata benda (nomina) yang bertalian maknanya bentuk dan maknanya dengan awalanmeng-. Misalnyapengemis (orang yangmengemis),pengarang (orang yangmengarang), dll. Pertalian makna ini merupakan alasan pembedaan awalanpeng- dengan awalanper-.
Karena pertaliannya dengan awalanmeng- itu, maka awalanpeng- pun mengalami perubahan bentuk yang serupa dengan perubahan pada awalanmeng-, yaitu:
  1. tetappeng- jika diikuti kata dasar berawalan a, e, i, o, u, g, h, k*, q, x
  2. pe- jika diikuti kata dasar berawalan l, m, n, r, w, y
  3. pen- jika diikuti kata dasar berawalan c, d, j, t*, z
  4. pem- jika diikuti kata dasar berawalan b, f, p*, v
  5. peny- jika diikuti kata dasar berawalan s*
Juga sama dengan awalanmeng-, terjadi peluluhan/penghilangan huruf pada kata dasar berawalan konsonan k, p, s, dan t (ditandai dengan bintang pada daftar di atas) tapi tidak berkonsonan ganda, misalnyapengaitan,penarikan,pemalsuan, danpenyapuan. Kata dasar ekasuku pun diberi tambahan huruf e jika diberi awalanpeng-, misalnyapengeboman,pengecatan,pengelasan,pengereman.
Awalanpeng- memiliki makna:
  1. yang melakukan perbuatan:pembeli; pengirim
  2. orang yang berprofesi sebagai:pengarang; penyiar; penulis
  3. orang yang memiliki sifat:pemarah; pemalas; penakut
  4. alat yang dipakai untuk:penggali; pengetes; penopang

Awalanse-

Awalanse- memiliki dua fungsi yaitu (1) menjadiklitika dari kataesa sepertisekampung dan (2) sebagai pembentuk kata keterangan (adverbia) sepertisecepatnya.
Awalanse- tidak mengalami perubahan bentuk jika dirangkaikan dengan kata yang lain.
Awalanse- memiliki makna sesuai fungsinya:
  1. sebagai klitika
    1. satu:sekamar; serumah; sekampung
    2. seluruh:se-Indonesia
    3. sama atau sampai:setinggi; sepandai; sedepa; segalah
  2. sebagai pembentuk kata keterangan
    1. dengan;seizinku
    2. menurut atau sesuai;setahuku; seingatku; semaunya
    3. setelah:sepergimu; sesampai

Awalanter-

Awalan ter- memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pembentuk (1) kata kerja (verba) dan (2) kata sifat (adjektiva).
Awalanter- akan berubah bentuk menjadi:
  1. te- jika suku awal mengandung-er- atau kata dasarnya diawali huruf r:teperdaya; tepercaya; terasa; terawat
  2. tel- untuk kasus khusus:telanjur
Awalanter- memiliki makna sesuai dengan kata yang dibentuknya:
  1. kata kerja
    1. telah dilakukan atau dalam keadaan:terbuka;terjangkau
    2. telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dengan sengaja atau dengan tiba-tiba):terkencing-kencing; terbangun; teringat; terbawa
    3. dapat (biasanya didahului oleh kata tidak atau dilengkapi dengan akhiran-kan):terperikan; terkirakan; terangkat; terserap
  2. kata sifat
    1. paling:terpandai; tercantik
Dalam ragam percakapan, awalanter- sebagai pembentuk kata kerja memiliki kesamaan makna dengan awalanke-, misalnyatertawa (kertawa) danterpergok (kepergok).

Penutup

Bahasa adalah suatu hal yang kompleks dan dinamis. Satu tulisan ringkas ini tentu saja tidak akan cukup untuk menjabarkan secara lengkap tentang awalan dalam bahasa Indonesia. Mungkin sekali ada hal-hal yang terlewatkan dan tidak sempat dibahas di sini.
Lain kali mudah-mudahan saya sempat (dan niat) menulis tentang akhiran, sisipan, dan aspek lain dari pengimbuhan kata sepertikonfiks dansimulfiks.

Rujukan

  1. Hasan Alwi, dkk. (2002).Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ke-3.
  2. Pusat Bahasa (2008).Kamus Besar Bahasa Indonesia IV.
  3. Zaenal Arifin dan Junaiyah H. Matanggui (2007).Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi.
Ditulis oleh Ivan Lanin.
Tags:

Dari Penulis

Terima kasih sudah berkenan berkunjung di blog saya. Blog ini di dedikasikan bagi kemajuan bidang pendidikan Indonesia khususnya untuk Santriwan dan Santriwati MA Negeri Sumpiuh. Silahkan berkomentar pada kolom komentar demi semakin majunya pendidikan di Indonesia.

0 komentar

Silahkan Berkomentar

Gunakan peramban web Mozilla Firefox untuk tampilan terbaik blog ini.