KRITIK DAN SARAN


PENGERTIAN
Kritikan atau mengkritik sebuah karya atau sebuah hal berarti mengungkapkan bagian-bagian suatu karya atau hal tersebut yang dirasa atau dianggap kurang bagus, kurang menarik, dan kurang benar.
Menyampaikan suatu kritik terhadap suatu karya atau hal tertentu hendaknya disertai dengan alasan yang jelas dan logis,sehingga tidak terkesan hanya sekedar mengkritik.

Saran adalah sebuah solusi yang ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Saran harus bersifat membangun,mendidik,dan secara objrktif dan sesuai dengan topik yang dibahas.

CARA-CARA MENYAMPAIKAN KRITIK DAN SARAN
1. Menyimak topik yang sedang di bahas dengan seksama dan penuh dengan konsentrasi  
    dari awal hingga akhir.
2. Mencatat pokok-pokok bahasan agar benar-benar paham dalam menentukan bagian
    yang akan dikritik atau diberi saran.
3. Menganalisis pokok-pokok isi bahasan dengan menentukan bagian-bagian yang
    hendak di kritik atau di beri saran.
4. Menentukan kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan isi bahasan tersebut,   
    serta menentukan ide-ide baru atau perbaikan-perbaikan yang tepat untuk
    menyempurnakan dalam pembahasan.
5. Mengemukakan atau menyampaikan kritik atau saran berdasarkan bahasan yang
    dibahas.

MANFAAT KRITIK DAN SARAN
1. Menambah masukan-masukan baru yang belum di bahas agar lebih terinci dan
    lengkap.
2. Mengganti bagian bahasan yang kurang baik dengan masukan yang lebih tepat atau
    lebih baik berdasarkan kritik dan saran yang di terima.
3. Menghilangkan bagian-bagian yang tidak tepat atau tidak perlu.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENYAMPAIKAN KRITIK DAN SARAN
1. Anda hendaknya benar-benar memahami persoalan nya,sehingga kritik dan saran yang
    di kemukakan di katakan berdasar .
2. Anda hendaknya memberikan pengantar terlebih dahulu dengan mengemukakan
    bagian yang akan di kritik atau di beri saran secara singkat, padat, dan jelas, baru
    kemudian sampaikan kritik atau saran anda secara objektif.
3. Kritik dan saran yangn di sampaikan sesuai dengan topik yang di bahas.
4. Kritik dan saran hendaknya di sampaikan dengan bahasa yang baik, sopan, santun,
    tidak berkesan menentang dan tidak menyinggungperasaan pihak yang di beri kritik
    atau di beri saran .
5. Kritik dan saran yang di sampaikan hendaknya disertai dengan argumen-argumen yang
    logis untuk memperkuat kritik dan saran.
6. Kritik dan saran yang disampaikan harus ditujukan untuk menyampaikan masalah yang
   di bahas, bukan bertujuan untuk mengejek atau menjatuhkan pihak yang di kritik atau
   di beri saran.
7. Dalam menyampaikan kritik dan saran hendaknya di sertai dengan ide-ide segar atau
    baru solusi yang tepat agar pihak yang di kritik atau yang di beri saran dapat lebih  
    menyempurnakan bahasannya.

CARA MENYAMPAIKAN SANGGAHAN ATAU PENOLAKAN
1. Sampaikan dengan bahasa yang sopan.
2. Landasi dengan argumentasi yang masuk akal.
3. Yang ditolak pendapatnya bukan orangnya.
4. Menunjukan bagian yang lemah dan kelebihan pembicara.
5. Kemukakan sanggahan dengan izin moderator.

CONTOH KRITIK DAN SANGGAHAN
Sebuah kritikan harus disertai alasan yang jelas.
Contoh kritik yang tidak disertai alasan:
1. Saya sependapat dengan Anda, faktor kebersihan sangat berpengaruh terhadap
    penyebaran demam berdarah. Pendapat Anda tepat.

2. Saya kurang sependapat dengan Anda, faktor kebersihan tidak berpengaruh pada
    penyebaran demam berdarah.

Contoh kritik yang disertai alasan:
1. Saya sangat sependapat dengan Anda mengenai faktor kebersihan. Lingkungan yang
    bersih adalah syarat utama hidup sehat. Apabila lingkungan bersih dengan sendirinya
    nyamuk tidak dapat berkembang biak dan demam berdarah juga tidak akan ada di
    tempat tersebut.

2. Saya kurang sependapat dengan Anda. Dari beberapa kasus demam berdarah justru
    menjangkiti warga perumahan yang relatif lebih bersih daripada perkampungan. Saya
    kira pengasapan masih lebih efektif.

Contoh sanggahan:
Topik:
Pendidikan di Indonesia belum melihat siswa sebagai individu yang unik sehingga perlu pembelajaran yang tidak seragam. Kegagalan pendidikan untuk memahami kebutuhan dan potensi unik setiap siswa itu mengakibatkan kualitas pendidikan yang tidak sesuai harapan. Akibat lebih jauh, daya saing dan kualitas sumbsr daya manusia Indonesia rendah di dunia internasiional.

Tanggapan:
1. Persetujuan: Saya sependapat dengan nara sumber tentang perlunya sistem     
    penduidikan memahami kebutuhan dan kompetensi unik siswa. Hal ini di karenakan
    masing-masing siswa memiliki kemampuan dan minat yang berbeda.Penanganan siswa
    berdasarkan minat dan bakat akan melahirkan kualitas sumber daya manusia Indonesia
    yang kreatif dan mampu bersaing di dunia Internasional.

2. Penolakan: Saya kurang sependapat dengan nara sumber karena jika mengelompokan
    siswa berdasarkan minat dan bakat,maka biaya yang akan di keluarkan orang tua siswa
    juga bertambah.Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang di sediakan pemerintah
    minim.

REFERENSI
Effendi,Usman.2000.Tanya Jawab tentang Sastra Indonesia.Jakarta:Gunung Agung.
Simanjuntak,Simorangkir.1963.Kesusastraan Indonesia.Jakarta:Pembangunan Jakarta.
Suprapto.1993.Himpunan Istilah Ilmu Bahasa ,Bahasa Indonesia.Surabaya:Indah.
Tags:

Dari Penulis

Terima kasih sudah berkenan berkunjung di blog saya. Blog ini di dedikasikan bagi kemajuan bidang pendidikan Indonesia khususnya untuk Santriwan dan Santriwati MA Negeri Sumpiuh. Silahkan berkomentar pada kolom komentar demi semakin majunya pendidikan di Indonesia.

0 komentar

Silahkan Berkomentar

Gunakan peramban web Mozilla Firefox untuk tampilan terbaik blog ini.